Langsung ke konten utama

34 MENTERI DI INDONESIA JILID II


34 MENTERI DI INDONESIA JILID II

Selesai sudah ‘political show’ ala Presiden SBY dalam menentukan para menteri yang akan membantunya dalam lima tahun ke depan. Hampir semua yang dipanggil oleh SBY, semuanya terpilih. Semua yang diarahkan SBY, mengisi jabatan yang sesuai. Sesungguhnya ini bukanlah audisi menteri seperti media massa dengungkan, tapi wawancara, tes psikotes atau tes kesehatan hanyalah formalitas SBY agar masyarakat merasa SBY melakukan seleksi ketat. Padahal, 34 menteri + 3 pejabat negara sudah ada dikantong SBY jauh-jauh hari.
Dan pada 21 Oktober 2009 ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II Periode 2009-2014.

Kementerian
Nama
Catatan / mantan
Menko Politik, Hukum, dan Keamanan
Mars. TNI Purn Djoko Suyanto
Independen
Menko Perekonomian
Hatta Rajasa
PAN / Mensesneg
Menko Kesra
Agung Laksono
Golkar
Menteri Sekretaris Negara
Sudi Silalahi
Ind./ Sek. Kabinet
Menteri Dalam Negeri
Gamawan Fauzi
Ind./Gub. Sumbar
Menteri Luar Negeri
Marty Natalegawa
Ind./ Mantan Dubes RI PBB
Menteri Pertahanan
Purnomo Yusgiantoro
Ind./Men. ESDM
Menteri Hukum dan HAM
Patrialis Akbar
PAN
Menteri Keuangan
Sri Mulyani
Ind./Menkeu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Darwin Zahedy Saleh
Demokrat
Menteri Perindustrian
MS Hidayat
Golkar/Ketua Kadin
Menteri Perdagangan
Mari Elka Pangestu
Ind./ Mendag
Menteri Pertanian
Suswono
PKS
Menteri Kehutanan
Zulkifli Hasan
PAN
Menteri Perhubungan
Freddy Numberi
Demokrat/ Men.KP
Menteri Kelautan dan Perikanan
Fadel Muhammad
Golkar / Gub. Gorontalo
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Muhaimin Iskandar
PKB
Menteri Pekerjaan Umum
Djoko Kirmanto
Ind. / Menteri PU
Menteri Kesehatan
Endang Rahayu Sedyaningsih
Ind./ Dokter
Menteri Pendidikan Nasional
M Nuh
Ind./ Menkominfo
Menteri Sosial
Salim Assegaf Aljufrie
PKS / Dubes RI Arab S
Menteri Agama
Suryadharma Ali
PPP
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
Jero Wacik
Demokrat / Menbudpar
Menteri Komunikasi dan Informatika
Tifatul Sembiring
PKS
Menneg Riset dan Teknologi
Suharna Surapranata
PKS
Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM
Syarifudin Hasan
Demokrat
Menneg Lingkungan Hidup
Gusti Moh Hatta
Ind./ Prof. Univ. LM
Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Linda Agum Gumelar
Ind./ Ketum Kowani
Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
EE Mangindaan
Demokrat / kader
Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal
Helmy Faisal Zaini
PKB
Menneg PPN/Kepala Bappenas
Armida Alisjahbana
Independen
Menneg BUMN
Mustafa Abubakar
Golkar/ Dirut Bulog
Menneg Perumahan Rakyat
Suharso Monoarfa
PPP
Menneg Pemuda dan Olahraga
Andi Mallarangeng
Demokrat / Jubir Pres.

Catatan : Ind. (Independen) dan catatan disamping menunjukkan posisi terakhir yang dijabatnya. Yang diwarna hijau (menjadi menteir pada kabinet lalu)
Pejabat Negara:
1. Ketua UKP3R (Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan): Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan
Kabinet Indonesia Bersatu II = Kabinet PoliTikus
Catatan Khusus Para Menteri
9 dari 34 orang menteri adalah menteri lama.
61% unsur kabinet berasal dari orang partai yakni 21 dari 34 orang menteri merupakan perwakilan partai. Kabinet Indonesia Bersatu II ini lebih tepat disebut sebagai Kabinet Politikus (61%) dibanding Kabinet Profesional (39%). Dan apabila para menteri dari unsur partai tidak mengundurkan diri dari jabatannya, maka menteri ini akan menjadi ‘ular berkepala dua’ bagi kabinet dan bangsa Indonesia. Ada tiga orang kader partai yang gagal menjadi anggota dewan pada pileg 2009 kemarin, namun orang tersebut diangkat oleh SBY sebagai menteri yakni Agung Laksono, Patrialis Akbar dan Helmy Faizal. Padahal masyarakat tidak menginginkan mereka (terbukti tidak terpilih pada pileg 2009).Ada seorang menteri yang sebelumnya menjadi tersangka kasus korupsi dana silpa APBD Gorontalo. Namun karena bersangkutan petinggi partai dan orang dekat SBY, maka Kejagung men-SP3 kasus korupsi Fadel Muhammad. Hanya sekitar 70% penempatan menteri sudah tepat pada keahlian dan profesionalnya. Sisanya 30% departemen diisi oleh orang-orang yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya ataupun masih jauh dari profesional (padahal masih banyak orang yang lebih ahli dan cakap dalam memimpin). Hal ini terjadi karena SBY dalam membentuk cukup memprioritaskan kue-kue kekuasaan.
Endang Rahayu Sedyaningsih merupakan pejabat/peneliti Depkes yang sangat dekat dengan Namru 2 milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Nama Endang tiba-tiba saja muncul setelah sebelumnya Nila Juwita Moeloek sempat menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon menteri kesehatan. NAMRU 2 telah ditutup atas desakan keras mantan Menkes Siti FS dan anggota dewan. Titipan militer paman sam? Menteri-Menteri yang Harus Mundur dari Partai Sesuai dengan janji politiknya pada kampanye Pilpres 2009 silam yang lalu, SBY berjanji membentuk kabinet kerja yang profesional, yang bekerja dan mengabdi hanya untuk negara. Dengan menunjuk Boediono, SBY menyampaikan kepada masyarakat bahwa ia tidak mau memilih wakilnya yang memiliki rangkap jabatan di partai politik. Kini kita menunggu janjinya agar para menteri dibawah ini termasuk dirinya melepaskan jabatan strategis di partai. Hal ini tidak lebih tidak bukan untuk menghindari konflik kepentingan serta agar serius dan fokus mengurus permasalahan bangsa.

No
Menteri
Menteri yang Mesti Melepaskan Jabatan Partai
1
Menko Perekonomian Hatta Radjasa
Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PAN
2
Menko Kesra Agung Laksono
Wakil Ketua Umum Partai Golkar / Gagal terpilih sebagai anggota DPR Dapil Jakarta (rakyat ogah memilih)
3
Menhukam Patrialis Akbar
Ketua DPP PAN / Gagal terpilih sebagai anggota DPD Dapil Sumbar (rakyat ogah memilih)
4
Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh
Ketua Bid. Ekonomi dan Keuangan DPP Demokrat
5
Mentan Suswono
N/A
6
Menhut Zulkifli Hasan
Sekjen DPP PAN
7
Menhub Freddy Numberi
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat
8
Men. KP Fadel Muhammad
Ketua Bidang Kemahasiswaan dan LSM DPP P. Golkar / Mantan tersangka korupsi APBD Gorontalo
9
Menagkertrans Muhaimin Iskandar
Ketua Umum PKB
10
Menteri Agama Suryadharma Ali
Ketua Umum PPP
11
Menbudpar Jero Wacik
Ketua DPP Demokrat
12
Menkominfo Tifatul Sembiring
Presiden PKS
13
Menristek Suharna Surapranata
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS
14
Meneg Koperasi Syarifudin Hasan
Ketua DPP Partai Demokrat
15
Meneg PDT Helmy Faisal Zaini
Wakil Sekjen PKB/ Gagal terpilih sebagai anggota DPR (rakyat ogah memilih)
16
Menpera Suharso Monoarfa
Bendara PPP
17
Menpora Andi Mallarangeng
Ketua DPP Demokrat

Semoga para menteri dari bekerja maksimum untuk mensejahterakan rakyat, memajukan bangsa untuk Indonesia yang berdaulat dan mandiri. Dan khusus bagi menteri yang berasal dari partai, harap sadar diri untuk melepaskan jabatan strategisnya di partai. Dan jangan sampai mencalonkan diri sebagai petinggi partai. Awas, jangan jadi menteri ‘ular berkepala dua’.
Menteri-Menteri yang harus mundur dari Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian yang menerima uang 1 juta US dollar dari buronan KPK Joko Chandra. Yayasan sosial ini diduga kuat menjadi sayap politik pemenangan SBY-Boediono.
Mars. TNI Purn Djoko Suyanto
Purnomo Yusgiantoro
MS Hidayat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERENCANAAN WILAYAH KUNINGAN

BAB I PENDAHULUAN Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan (kontinyu), berkelanjutan, sejak dari   tahap survei hingga tahap pengamatan.   Perencanaan fisik merupakan bagian atau alat orga­nisasi masyarakat dan pengawasan atau kontrol penggunaan sumber­daya lahan. Pada kenyataannya proses perencanaan merupakan kegiatan yang tidak pernah selesai, karena selalu memerlukan peninjauan   ualng atau pengkajian , guna memberikan   umpan balik   dalam proses evaluasi.   Dalam proses penentuan alternatif , pemilihan alter­natif dan evaluasi diperlukan analisis yang seksama. Analisis adalah uraian atau usaha mengetahui arti sutau keadaan.   Data, informasi   atau keterangan mengenai suatu   keadaan diurai dan dikaji hubungannya satu sama lain, diselidiki kaitan   yang ada   antara yang satu dengan yang lainnya.   Analisis wilayah (region­al) ialah cara melihat berbagai faktor perkembangan dalam skala wilayah. Dalam...

Persahabatan

Bila dua orang teman bertemu dalam keremangan, keremangan itu tidaklah menjemukan, demikian  Ivan Illich menulis dalam bukunya yang terkenal  Deschooling Society.  Mungkin memang demikian seharusnya, kemampuan seorang untuk berteman mengindikasikan dimilikinya dua hal penting dalam emosi seseorang, memahami emosi orang lain dan membina hubungan menurut  Goleman . Berteman telah banyak dielaborasi dalam konteks kehidupan,  Erich From  berbicara mendalam tentang cinta yang dapat dipandang sebagai pendalaman dari pertemanan, dalam  The Art of Loving , From mendefinisikan cinta sebagai  the active concern of the life and the growth of that which we love,    aku mencintaimu sebab dalam dirimu terdapat jutaan orang lain, mencintaimu membuat keinginan untuk berteman dengan semua orang, penyatuan kesadaran merupakan bagian darinya, dan menghormati semuanya merupakan wujud penghormatan ku pada manusia dan kemanusiaan universal. Namun dewasa i...

MENDENGAR DAN MENGOLAH BAHASA

Sistem pendengaran Dihadapkan dengan pilihan sewenang-wenang antara kehilangan penggunaan mata seseorang atau telinga seseorang, kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka akan lebih suka rasa kehilangan pendengaran. Namun, mereka mungkin meremehkan pentingnya audisi. Meskipun Anda sedang membaca, paling komunikasi di mana Anda terlibat mungkin tidak sepenuhnya visual. Mata Anda memberikan informasi tentang obyek dan orang-orang yang tersembunyi dari pandangan (sekitar sudut, dalam kegelapan, dll) serta objek di depan mata. Melokalisir objek sering dianggap sebagai domain dari visi, namun sistem pendengaran juga indah efisien menunjukkan posisi obyek di samping keberadaan objek. Anda mungkin mendengar teka-teki klasik: "Jika pohon tumbang di hutan dan tak ada yang mendengarnya, bukan bersuara?" Pertanyaan ini sering bunga api perdebatan, tetapi jawabannya adalah sangat sederhana: No Sounds membutuhkan otak untuk persepsi mereka. Rangsangan secara fisik yang dianggap s...