Manusia, Kebudayaan dan Lingkungan
(Tinjauan Antropologi)
BAGIAN I :
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Dibalik Mas
Kawin
Mas kawin
sesungguhnya merupakan komunikasi yang terakhir antara keluarga luas dari
pihak-pihak yang bersangkutan. Mas kawin membuktikan bahwa kepentingan dua
insan yang akan mengikat status resmi tunduk pada tunduk pada
keputusan-keputusan dari komunikasi tersebut.
Bruidschat atau
mas kawin adalah jumlah harta yang oleh pihak-pihak lelaki diberikan kepada
pihak perempuan dengan tujuan untuk memuaskan hati mereka dan meredakan rasa dendam,
karena salah seorang gadis diantara mereka diartikanbruidschaking (melahirkan
anak gadis). Menurut G.A Wilken mas kawin adalah suatu zoengave atau
silih dan bukan suatu koopprijs atau harga pembelian.
Mas kawin dapat
dikemukakan sebagai prosedur penyerahan barang yang oleh adat telah ditentukan
untuk diserahkan oleh pihak pria kepada pihak wanita sesuai dengan lapisan dan
kedudukan sosial masing-masing sebelum seorang pria secara resmi mengambil
seorang gadis sebagai istrinya
-
Mitos lahirnya manusia pertama
-
Terjadinya incest dan akibat-akibatnya
-
Tumbuhnya bahan pangan bagi manusia dan sebagainya.
Atas dasar
mitologi itu pula orang memberikan atau menyerahkan sikapnya.
Mas kawin dan
keluarga
Makin tinggi
kedudukan sosial seorang gadis, biayanya makin tinggi mas kawin yang diminta.
Mereka yang berhak memperoleh mas kawin adalah ayah, ibu, saudara laki-laki,
paman (saudara lelaki ibu), kakak perempuan yang belum berkeluarga, orang yang
memelihara gadis yang di lamar, setiap etnik memiliki ciri khas tersendiri
tentang terbayarnya mas kawin.
Bukan harga
pembelian
Mas kawin
bukanlah sebuah pembelian melainkan sejumlah barang yang diserahkan untuk
memperoleh seorang gadis. Mas kawin bukanlah harga pembelian, karena:
-
Seandainya mas kawin adalah harga pembelian, keluarga gadis tidak akan memberi
hadiah kepada pihak keluarga lelaki yang datang membawa mas kawin
-
Besar kecilnya mas kawin digariskan sesuai dengan kedudukan sosial atau
keturunan orang-orang yang berkawin. Tawar menawar biasanya terjadi sebagai
penolakan halus atau sekedar memberi kesan bahwa anak gadis mereka bukan
murahan, karena itu jaringan dianggap rendah
-
Pada banyak etnik yang mengenal maskawin, maka pihak pemberi gadis dianggap lebih
tinggi dan karena itu harus diperlakukan dengan hormat.
Bagaimana
sekarang ?
Meskipun sudah
ditentukan oleh adat namun sering terjadi perubahan pada belis itu. Perubahan
itu berupa menaikkan jumlah uang dan barang yang akan diserahkan. Tak jarang
pembicaraan antar dua keluarga menjadi suatu gelanggang adu pendapat dan
menjaga harga diri agar tidak berinjak-injak.
Ada juga yang
tidak menuntut mas kawin yang tinggi asal yang lelaki dianggap mapan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga nanti
Penutup
Ada dibuat oleh
manusia demi kepentingan manusia. adat yang dulu baik belum tentu cocok untuk
masa kini. Adat boleh berubah dengan harapan keadaan menjadi lebih baik. Akan
tetapi perubahan adat sebaiknya dibicarakan dan tidak diadakan secara mendadak.
Alam semesta dan
Heirofani
Alam semesta
mewartakan kemuliaan Tuhan dan karya indah sang pencipta.Hierofani menurut
etimologi, berasal dari heiros (Yunani ; kudus, suci sakral), dan
fani (berasal dari kata phainomai, yang berarti menampakkan diri). Jadi, hierofaniadalah
yang kudus menampakkan diri, atau manifetasi yang ilahi. Ritus merupakan suatu
sarana bagi manusia religius untuk bisa beralih dari waktu profane ke waktu
kudus. Mitos dapat diartikan sebagai suatu cerita yang benar bagi kalangan
masyarakat tertentu dan menjadi milik mereka yang berharga karena merupakan
sesuatu yang suci, menjadi contoh manusia dalam bertindak, yang memberi nilai
dan makna pada kehidupan.
Dari berbagai
artikel yang termuat beberapa media dapat ditarik beberapa hal bahwa:
-
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat religius yang menerima adanya hakekat
tertinggi sebagai penguasa tertinggi pula
-
Secara tidak hanya dikaitkan dengan masalah fisis ekologis, melainkan
dihubungkan dengan kenyataan Sasmita hakekat tertinggi. Bencana dilihat sebagai
peringatan kepada manusia untuk introspeksi diri tentang realisinya dengan sang
pencipta
-
Bentuk titus dan mitos, apa pun bentuknya, sering memperlihatkan betapa rapuh
dan kecilnya manusia itu.
Dari Stockholm
ke Rio De Janeiro
Kesadaran bahwa
yang menjadi dambaan umat manusia adalah planet yang bersatu, telah melahirkan
konperensi yang diadakan dua dekade lampu di Stockholm Swedia, pada tanggal 5
Juni 1972. konperensi yang terkenal dengan nama ‘gerakan lingkungan hidup se
dunia’ menghasilkan motto kesepakatan ‘hanya satu bumi’. Itulah awal mula
perhatian masyarakat dunia terhadap lingkungan. Dalam dasawarsa 1980-an,
masalah lingkungan hidup dicantumkan dalam agenda politik terutama
dinegara-negara barat. Bertolak dari keadaan lingkungan hidup yang semakin
memperhatikan dan peringatan bagi awal perhatian manusia terhadap lingkungan
hidupnya 20 tahun lampau maka di Rio De Jenciro, Brasilia diadakan komprensi
internasional earth summit ’92 pada tanggal 30 Mei – 12 Juni 1992. Diprakarsai
oleh PBB dengan tema : “Lingkungan dan Pembangunan”.
Toraja Sa’dan
dalam pandangan Hetty Mooy Palm
Toraja cenderung
dikaitkan hanya pada suatu kabupaten yakni kabupaten tanah Toraja. Dikalangan
para ahli yang meminati masyarakat dan kebudayaan Toraja terdapat banyak
perbedaan pandangan tentang hal ini. The sa’dan Toraja: a study of their
life and religius, its organization simbol and believe karangan Hetty
Mooy- Palm, Verhandeligan Vasihat konisiklijke institut Voontaal, land-en Vol
Kenkunde, terbitan Martinius Hijhoff, 1978, S-gravenhage. Bahan-bahan yang
menyangkut kebudayaan yang demikian kaya dan bervariasi itu akan menambah
pengetahuan tentang kebudayaan kelompok-kelompok etnik Toraja. Apa yang
dihasilkan oleh Hetty Mooy Palm melalui bukunya dapat di tafsir sebagai upaya
untuk menginventarisasi kebudayaan yang kemudian akan digunakan bila
dibutuhkan, misalnya orang ingin mengetahui hakekat itu puluhan tahun, lampau.
Dengan berkembangnya kepariwisataan tanah air in hoc case tanah
Toraja adalah sangat potensial. Banyak harian dan upacara-upacara teknik yang
disesuaikan dengan kepentingan pariwisata. Jika ini yang terjadi, maka dengan
sendirinya keaslian budaya akan luntur.
Adaptasi dan
integrasi nilai budaya tradisional modern .
@ Adaptasi adalah
berbicara tentang hubungan penyesuaian antara organisme dengan lingkungan
sebagai keseluruhan yang didalamnya organisme itu menjadi bagiannya.
@ Masalah
integrasi merujuk pada kebutuhan untuk menjamin bahwa ikatan emosional yang
cukup kuat yang menghasilkan solidaritas dan kerelaan untuk bekerja sama
dikembangkan dan dipertahankan
@ Sebagai
makhluk yang menyejarah, manusia terikat pada penanggalan waktu lampau, kini
dan yang akan dekan sebagai suatu proses. Dalam menjalani proses itu
manusia tak dapat terlepas dari keikutsertaan manusia-manusia lainnya. Melalui
proses sosialisasi dan enkulturasi, kebudayaan, adat istiadat membantu
membentuk manusia dalam proses itu
@ Kadang kala
akibat perkembangan sains dan teknologi membawa nilai-nilai yang bertentangan
dengan adat-istiadat yang memiliki manusia. pendidikan diberi tugas sebagai
tameng pengaman karena melalui pendidikan dalam arti luas, manusia dapat
bersifat kritis, selektif, inovatif dan kreatif
@ Masalah tanah
semakin mendesak
-
Sasaran masalah ini sesungguhnya adalah kaum buruh dan keadaannya. Bukankah pra
marginados (penghuni sabuk kesengsaraan) itu sebenarnya adalah petani dan butuh
tani. Marginados adalah mereka yang berhasil melarikan diri tekanan-tekanan
hidup yang dirasakan di desa, dengan harapan akan menemukan matahari baru
dikota-kota tapi di kota mereka justru mengalami kesulitan yang lebih berat
lagi. Para marginados ini kemudian melakukan berbagai macam cara agar bisa
tetap hidup. Tanah yang merupakan hidup mati petani diambil paksa, dirampas dan
dikuasai oleh mereka yang merasa berhak untuk tindakan semacam itu. Kalau hal
itu terus berlanjut beberapa dekade mendatang sampah masyarakat yang mengandung
di nasib ke kota tidaklah akan lebih menonjol?
-
Salah satu cara untuk menanggulangi masalah kemiskinan yang makin di kota-kota
besar antara lain ialah realisasi UUPA no. 5 tahun 1960 atau jika dianggap
ketinggalan jaman, membuat undang-undang agraris yang disesuaikan pada situasi
dan kondisi
@ Manusia dewasa
-
Sejak seseorang dilahirkan hingga dekat saat akan meninggal, dia senantiasa
belajar untuk memasukkan dalam pribadinya berbagai perasaan, seperti hasrat,
emosi, serta nafsu yang diperlukan selagi hidup. Proses itu disebut prose
internalisasi. Dalam hidupnya manusia berusaha agar diterima dalam kelompoknya.
Inilah yang disebut sosialisasi
-
Pendidikan sebagai pemanusiaan manusia muda membantu agar seseorang tahu dan
mau bertindak sebagai manusia dan bukan hanya secara instinktif. Pendidikan
adalah berkomunikasi, berintegrasi dengan lingkungan dalam arti luas.
Pendidikan mengandung nilai temporal maupun final
-
Manusia dewasa adalah orang yang mempunyai kedewasaan fisiknya, memiliki
kemampuan-kemampuan intelektual dasar dan mempunyai keterampilan-keterampilan
yang cukup berguna untuk berperan secara aktif dalam kemasyarakatan serta siaga
berwawasabda dengan sesama dan bersedia bekerja bagi kesejahteraan bersama.
Dewasa jgua bersih bisa memikul tanggung jawab bagi perkembangan hidupnya
sendiri yaitu berupaya terus menerus dan berani teguh serta memiliki kemampuan
untuk memilih langkah hidup. Seseorang yang dewasa dapat menilai situasi secara
sehat berdasarkan prinsip kebenaran dan cinta kasih
BAGIAN II :
MITOS, SIMBOL DAN KEBUDAYAAN
Manusia, mitos
dan simbol
-
Simbol, mitos di dalam suatu masyarakat merupakan pedoman penunjuk arah,
kompas, bagi bertingkah laku secara mantap dan pasti. Lampu, kini dan akan
datang merupakan garis yang menghubungkan anggota-anggota masyarakat
-
Dalam masa pembangunan sekarang, sejauh adat istiadat yang dilatarbelakangi
mitos dan simbol tidak secara mencolok bertentangan dengan pembangunan, perlu
dipertahankan dan diberi motivasi sehingga dapat menunjang pembangunan itu
sendiri
-
Untuk tujuan pembangunan perlu diadakan studi mendalam guna mengkaji adat
istiadat yang diperkirakan dapat menunjang pembangunan.
Mitologi dan
struktur sosial
-
Dalam masyarakat tradisional, mitologi memainkan peran sebagai pengaruh tingkah
laku masyarakat yang akan berjalan baik karena diyakini akan campur akan campur
tangan leluhur di dunia sara
-
Untuk mengerti tindak tanduk suatu masyarakat adalah baik bila adat istiadat
yang seorang dilatarbelakangi oleh mitologi dipelajari
-
Bijaksana bila para pembuat keputusan dalam upaya pembangunan dan pembahruan
masyarakat juga menggunakan mite-mite sebagai pendorong dan perangsang
masyarakat
Mengingat masih
adanya ratusan kelompok etnik di Indonesia yang tentunya masih menyimpan banyak
mite, tepatlah kiranya agar lebih banyak perhatian diberikan pada pengumpulan
mite-mite itu sebelumnya lenyap bersama lajunya waktu.
Ibu Dan
Kesuburan Ladang
Ibu sebagai
lambang kesuburan bahwa ibu dihubungkan dengan kesuburan, kemampuan untuk
melahirkan atau ibu adalah ibarat ladang yang akan menghasilkan jika diusahakan
dalam masyarakat pun ibu adalah tokoh yang menentukan atau turut berbicara bila
ada keputusan-keputusan penting yang harus diambil
Upacara-upacara
peralihan
Pada banyak
kelompok etnik di Afrika, gadis-gadis harus menyadari berbagai upacara
peralihan yang menstabilisasikan kedudukan mereka di kemudian hari. Puncak dari
upacara peralihan bagi seorang gadis ialah perkawinan. Seorang ibu diharapkan
dapat melahirkan banyak anak tetapi pandangan semacam ini tentu tidak
direalisasikan sekarang karena bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah
mengenai penduduk
Bumi kiasan
untuk ibu
Konsep
perkawinan sakral langit dan bumi dapat dikatakan menyebar luas di dunia dalam
bentuk kosmogoni, theogoni dan mitologi
Kesuburan ibu
dan ladang
Ibu yang
merupakan lambang kesuburan tentu tidak akan mandul dalam menciptakan sarana
yang efektif sehingga anak-anak buah kesuburan jasmani dan rohaniah, tidak akan
kering dalam proses menjadi anggota masyarakat.
Arti Cacing Laut
Bagi Beberapa Kelompok Etnik Di NTT
Terlihat adanya
kemiripan versi mitologi bau nyala dan kajala di pulau Lombok, pulau Sumbawa
dan pulau Sumbawa kemiripan itu terjadi bersamaan dengan migrasi
kelompok-kelompok etnik seperti terungkap dalam waharu malai-katakan Hindu
waktu, li’li marapu atau cerita tentang asal usul orang sumba. Bahwa terjadi
perbedaan dalam persi mitologi bau nyala dan kajala di pulau Lombok dan pulau
sumba, hal ini mungkin dapat dijelaskan sebagai akibat perkembangan
sejarah dan kondisi se tempat
Baik di Lombok
maupun Sumbawa, bau nyala diagendakan sebagai event pariwisata yang potensial
yang bakal memberi kemakmuran dan kesuburan bagi masyarakat setempat.
Permainan Ke
Arah Berpikir Matematis
Matematika
menjadi dasar bagi kemajuan dan pembangunan. Betapa pun bakat tetap memegang
peranan penting dalam menentukan apakah anak dapat diarahkan pada profesi yang
didasari ilmu-ilmu eksakta namun tidak dapat disangkal bahwa lingkungan dan
sarana yang tersedia di dalamnya merupakan faktor-faktor awal yang mendorong.
Bijaksana bila
orang tua tidak memaksa anaknya memasuki pendidikan atau jurusan yang diminati
orang tua sedangkan anak tidak berbakat atau meminati jurusan pilihan orang
tua.
Anak sekarang di
mamong pada suatu waktu akan meninggalkan orang tuanya dan menjadi anak
masyarakat dan anak dunia.
Koangi: Upacara
Peralihan Pada Masyarakat Nagekeo
-
Keberadaan dan masa depan suatu masyarakat biasanya dipersiapkan dengan teliti
dan seksama melalui pranata-pranata sosial yang ada
-
Sub kelompok etnik Nagekeo mengenal penggolongan masyarakat atas golongan
bangsawan yang disebut mosatana laki waktu, golongan menengah atau golongan
bebas ialah mereka yang tidak harus tunduk pada seorang sebagai penguasa atau
pemilik, golongan hoo ialah mereka yang mengakui adanya orang lain sebagai
pemilikannya, ialah mosatanah laki waktu. Disana berlaku partilinelaitas dan
patriokalitas
-
Kao ungil adalah suatu pelantikan resmi untuk menjadi warga kemasyarakatan
Nageko
-
Kao ngii meningkatkan rasa tanggungjawab pemudi terhadap dirinya, keluarganya
dan masyarakatnya.
BAGIAN III :
UPACARA DAN REALITAS SOSIAL
Gedho logo atau
sunnat
Pada sub
kelompok etnik nagakeo
@ Jika kao nggi
di adakan dikampung dan dapat dihadiri oleh masyarakat umum dalam kampung
tidaklah demikian halnya dengan gedho weka atau gedho logo. Adapun motif-motif
gedho logo sebagai berikut :
1)
Motif kesuburan
2)
Motif sosial
3)
Motif magis religius
@ Kebiasaan yang
sudah secara mendalam terintegrasi karena mempunyai fungsi bagi nisan nagekeo
merupakan sesuatu yang sulit digantikan dengan nilai-nilai agama yang datangnya
dari luar
@ Gedo weka atau
gedho logo yang kini mengandung aspek-aspek negatif akan dapat diubah bila
pendidikan dalam arti luas telah dapat dikembangkan, pendidikan diharapkan
dapat menimbulkan pandangan-pandangan dan pengajaran-pengajaran baru sehingga
sesuatu yang disadari kurang cocok dengan keadaan jaman, dapat diubah
Upacara bercocok
tanam beberapa kelompok etnis on flores
-
Manfaat memberikan perhatian kepada hal-hal yang tradisional
4)
Upacara-upacara tradisional tetap hidup dan yang dicernakan di dalamnya
adalah nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman bertindak bagi masyarakat
5)
Modernisasi dan berbagai usaha pembaharuan dan pembangunan masyarakat cenderung
mengeyampingkan upacara-upacara tradisional
6)
Upacara-upacara tradisional yang dilukiskan diatas dapat digunakan sebagai
pembanding dengan daerah-daerah lain sehingga menjadi salah satu unsur penunjang
gagasan bhinneka tunggal ika
Beberapa rincian
yang dapat diambil dalam upacara bercocok tanam beberapa kelompok etnis di
Flores, yaitu:
1)
Hingga yoni atau yang semacamnya tersebut luas pada kelompok-kelompok etnis di
flores
2)
Upacara-upacara yang menyangkut bercocok tanam dapat dilihat sebagai
usaha-usaha penjamin tetap adanya makanan, sehingga orang akan merasa pasti dan
aman
3)
Walaupun ada variasi dalam upacara bercocok tanam pada kelompok-kelompok etnis
disana
4)
Pengaruh gereja Katolik akhir-akhir ini positif, dalam arti dikembangkan usaha
yang serius untuk mempelajari upacara-upacara tradisional dengan nilai-nilai
yang terkandung di dalamnya
5)
Nilai-nilai dasar yang menyangkut pandangan hidup suatu masyarakat
Reba, Tahun Baru
Adat Sub kelompok etnik Bajawa
-
Perayaan tahun baru tradisional pada sub kelompok etnik Bajawa disebut reba
-
Perayaan yang diadakan dapat pula dilihat sebagai suatu kesempatan
reidentifikasi diri karena orang disadarkan pada sejarah sukunya dan semua yang
menyangkut hubungan antara sesama anggota dan pemilikan lahan pertanian, karena
sipo pali dan keluarga batih atau sao dhoro yang mendapat tanah dari masa woe
ataupun dari mosa ilibhon
-
Pada perayaan reba para anggota woe dan ilibhon serta sipo pali dan sao dhoro
mendapat kesempatan untuk wujud nyatakan reintegrasi dan inkorporasi
sosial yang menjadi landasan eksistensi woe, libhou, sipo pali serta sao dhuro
rekonsiliasi bagi mereka yang bersengketa atau tidak enak hatinya biasanya
dibereskan pula pada waktu reba.
-
Dari sikap gereja Katolik yang diperlihatkan melalui inkulturasi dapat
dikatakan bahwa gereja Katolik telah turut berpartisipasi pasi dalam upaya
mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan lokal serta menjadikan kebudayaan
setempat akan lokal itu sebagai bagian dari kebudayaan universal gerejani
Retekiri di
kampung lodo
-
Retekiri atau perayaan pascarenopasi atau ngadhu diadakan selama 2 hari, bagi
masyarakat kampung lodo, tanggal 5 Desember 1984 merupakan hari puncak
perayaan, karena pada hari itu akan disembelih babi-babi dan kerbau yang
dibagikan kepada semua pengunjung perayaan rete kiri
-
Perayaan rete kiri diikuti oleh seluruh kampung, karena mereka berasal dari
leluhur yang sama jadi, rete kiri adalah perayaan mereka semua
Mangase taon dan
mircea eliade
-
Pendekatan historika-fenomenologi yang secara luas digunakan mirea elidae.
Pendekatan ini merupakan suatu gabungan dari pendekatan historis dan pendekatan
fenomenologi terhadap religi
-
Mitologi masyarakat batak toba mengenai penciptaan dunia, terlihat adanya
keyakinan luas dan mendalam tentang hubungan antara hakikat tertinggi
mula jadi na balon, sebagai pencipta, penguasa dan pemersatu, dengan semua
ciptaannya
-
Mangase taon dapat diartikan sebagai reaktualisasi penciptaan dunia, bauna
tonga, oleh sideang parujar putri mula jadi na balon.
BAGIAN IV :
AGAMA DAN KEBUDAYAAN
Supardi, Bocah
Penyemir Sepatu
-
Supardi, tidak terlepas dari lingkungan dimana dia berkesempatan dibesarkan dan
dikembangkan
-
Sudah sejak awal dalam proses pengembangan pribadinya, faktor lingkungan
berperan dalam mematangkan pribadi Supardi
-
Karena berasal dari lingkungan yang serba kekurangan, Supardi sudah pada usia
yang dini memasuki dunia tempat dia harus berkompetensi mempertahankan
keberadaanya walaupun sering dirasakan sebagai kegiatan sambilan
-
Dalam membentuk anak menjadi kompetitif, orang tua sangat turut menentukan
Kemitraan dan
kebahagiaan
@ Problem
sentral adalah relasi antara lingkungan alam dalam arti luas dan kebudayaan
yang dipertajam dalam 2 fenomena universal ialah etika dan religi
@ Empat butir
penting yang telah berkecambah pada abad pertengahan yang dipropagandakan pada
masa pencerahan dan sejak itu makin santer dijadikan milik bersama. Butir-butir
itu adalah :
a)
Perhatikan yang eksesif terhadap materi
b)
Sekularisasi kebahagiaan yang semakin diwujudkan dalam kemakmuran dalam materi
c)
Keyakinan yang kuat terhadap kebebasan individu untuk menentukan tujuan-tujuan
hidupnya
d)
Keyakinan bahwa semua manusia sama
@ Masalah
kebebasan dan tanggung jawab berada dalam wewenang etika. Hanya dengan memilih
alternatif-alternatif, maka barulah ada maknanya berbicara tentang garis-garis
tingkah laku yang benar atau salah
@ Agar kemitraan
terwujud, ada 3 kewajiban yang harus dipenuhi :
1)
Orang harus mempunyai respek terhadap sesamanya
2)
Keharusan untuk menyambut sesama sebagai bagian dari universumnya sendiri
3)
Pembebasan subyek dari belenggu-belenggu dirinya sendiri, yang menahan subyek
merealisasi kemitraan secara bulat.
Kasih dan
kebenaran menurut Mahatma Ghandi
-
Kematian ibu dan anak menyandang nama Gandhi mengingatkan orang pada seorang
tokoh besar dalam sejarah media yang oleh Rabindranath Tagore, sang
filsuf dari Bengali, dijuluki the great from the east yaitu Mahatma
Gandhi
BAGIAN V ASPEK
MORALITAS
Sara dan
pembauran
-
Sara bukan sesuatu yang baru, namun tetap aktual dan membutuhkan banyak
pemikiran serta dana untuk mengatasinya
-
Ras adalah tipe-tipe fisik tertentu yang melahirkan kebudayaan dengan kata lain
perkataan, perbedaan kebudayaan didasarkan pada ciri-ciri khas jasmani yang
terikat pada kelompok-kelompok manusia tertentu
-
Pembaruan merupakan suatu proses yang mencakup berbagai golongan manusia dengan
latar belakang yang berbeda untuk waktu lama secara kontinu dan intensif saling
bergaul sehingga kebudayaan dari golongan-golongan tersebut berubah wujud dan
menjadi suatu kebudayaan campuran.
Manggarai daerah
sengketa Bima dan Goa
-
Dalam konsep dinamika masyarakat dan dinamika kebudayaan ada pendapat yang mengatakan
bahwa proses persebaran kebudayaan-kebudayaan secara geografis terjadi oleh
perpindahan bangsa-bangsa atau migrasi dimuka bumi
-
Manggarai secara geografis terletak antara 119 300BT – 120 300BT dan 8 LS – 8
300LS. Prasejarah Manggarai berkembang setelah diadakan ekskavasi arkeologi
yang dirintis oleh Willems pada tahun 1993.
-
Dalam rangka menjaga stabilitas kedudukannya sebagai penguasa dan tetap adanya
upeti dan budak, sultan-sultan Bima menempatkan wakil-wakil di Reo dan Pota serta
menciptakan suatu struktur pemerintahan lokal yang baru dengan mengangkat dulu
dan ngelarang
-
Hasrat yang begitu besar dari goa maupun Bima untuk menguasai Manggarai adalah
sebagai tindakan pengamanan terhadap armada perdagangan bangsa-bangsa
Eropa yang mengangkut komoditi perdagangan dari kepulauan Maluku dan Nusa
Tenggara yang tentu menggunakan rute pelayaran dilaut Flores
Harkitnasa,
Identitas Nasional dan Globalisasi
-
Kebangkitan nasional amat tepat disebut sebagai titik gerakan menuju ke
revivaslisme nasional
-
Masyarakat Indonesia dikatakan masyarakat majemuk, heterogen karena terbentuk
oleh ratusan kelompok etnik yang disebut masyarakat tradisional yang mempunyai
identitas nasional
-
Beberapa ciri utama identitas nasional yaitu : Historis, Keunikan dan
Partikularitas atau subjektivitas
-
Dibutuhkan suatu landasan yang kukuh tempat manusia Indonesia berpijak. Tak
lain dan tak bukan landasan itu adalah Pancasila dan UUD 1945, yang luwes,
terbuka, tidak melupakan prinsip-prinsip dasarnya. Kesadaran akan hal ini perlu
dibina baik melalui pramata pendidikan, keluarga dan agama
Agama kebudayaan
dan pembangunan
@ Konsep religi
dapat dipilah-pilah ke dalam beberapa komponen seperti (1) emosi keagamaan (2)
sistem keyakinan (3) sistem ritus dAn upacara, (4) peralatan ritus dan upacara
(5) umat agama.
@
Harapan-harapan besar diinginkan muncul dari agama-agama yang hidup dan diakui
di Indonesia
@ Faktor
penyebab titik paling rendah dari karya penyebaran agama Katolik
1)
Adanya pengaruh yang kuat dari jenis enisme yang beranggapan bahwa orang-orang
di dunia non Kristen hampir tidak mungkin diselamatkan suatu pandangan yang
arogan dan naif
2)
Negara berkuasa mutlak
3)
Pembubaran sementara ordo yesuit antara tahun 1773-1814
4)
Pengaruh dan kekuasaan dua negara terkemuka agama Katolik, Spanyol dan
Portugal telah dipatahkan dan diambil alih oleh Belanda dan Inggris yang pada
waktu itu menentang agama Katolik
@ Dalam uraian
tentang peranan agama dalam melestarikan budaya dan memelopori pembangunan,
dapat ditarik kesimpulan bahwa agama, ini hoc casu, gereja Katolik telah
membuktikan diri sebagai historical force dalam membangun bangsa dan negara
Turisme dari sudut
pandang agama
-
Wanita-wanita dijadikan sapi perahan untuk orang-orang yang bekerja di industri
hiburan, bagaimana wanita-wanita diberi peran dalam upaya meningkatkan devisa
negara, pendapatan keluarga dan pribadi melalui turisme dan kegiatan-kegiatan
terkait lainnya, mengapa gereja-gereja memperlihatkan sikap negatif terhadap
turisme yang merendahkan martabat manusia melalui industri hiburan yang
didalamnya wanita dan martabat kemanusiaanya menjadi taruhan
-
Sama orang tahu bahwa keindahan alam Indonesia dengan keanekaragaman
kebudayaannya mempunyai daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan, mancanegara.
Komentar
Posting Komentar