Langsung ke konten utama

Aku, dan sebait cerita tentang PSS Sleman' ku !!!

Kita mundur ke beberapa tahun lalu atau mngkn masa masa kuliah ku dulu tepatnya saat aku di Bandung. Waktu itu seiring dg berita yg ku baca di koran dimulai rasa kagum dengan berita d halaman sepak bola Indonesia yg saat itu ku baca adalh Supporter PSS Sleman. Karena itulah ku mulai tertarik baca koran dan menyimak seputar PSS Sleman dimulai dari baca artikel ringan d web, video Supporter di YouTube, Twitter akun PSS dsb. Sungguh2 trjadi sampai saat itu ku berangkat dari Bandung menuju Semarang menyusul sadara ku, Dedit Andrianto yg sedang kuliah disana, seketika ku diajak ke Yogyakarta saat itu dg mengendarai motor hnya untk menonton PSS Sleman vs Persibangga Purbalingga. Dan dari sinilah aku mengenal sepak bola, terlebih tentang PSS Sleman, nah, dari pngalaman inilah aku lebih tahu tentang sepakbola, PSS Sleman, dimulai dari gambar formasinya, terus dari gambar itu aku bisa tahu nama2 pemainnya, kemudian baca komentar yg ditulis di artikel trsebut. Memang sepertinya trbalik, ku lebih dahulu mengenal klub luar negeri daripada klub lokal. Waktu trs brjalan, sampai kemudian gaung nama PSS Sleman itu mulai terdengar ku lagi, tepatnya ketika prestasinya semakin baik. Keingintahuanku semakin mnjadi, koran saja tidak cukup, aku beralih ke menonton atmosfer isi stadion lewat YouTube, trlbih tntang PSS dg Brigata Curva Sud'nya .Saat PSS bertanding saat itu melwan Persibangga Purbalingga ku ikut menikmati jalannya pertandingan scra langsung di Stadion Maguwoharjo Sleman, ku menonton dg sembari merasakan atmosfer jalannya pertandingan yg sangat luar biasa, seisi stadion riuh bergemuruh dg coreo yg sangat kreatif trlbih mrka sbgai Supporter yg sangat attitude skali tak ada kata racism yg trdngar d telingaku satu pun. PSS saat itu sedang booming,dg BCS'nya sampai obrolan ku dg saudaraku saat itu ramai membicarakan PSS. Anang Hadi menjadi pemain yg banyak diidolakan saat itu. Hingga sampai suatu saat dimana salah satu saudaraku, Rizal Monieaga ku mengajak untuk menonton pertandingannya waktu itu, Saat itu PSS main di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan melawan Persires sehingga lumayan dekat dg rumahku. Kita berdua menuju ke Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan dg naik angkot. Walaupun sudah diwanti-wanti org rumah tentang bahaya apa aja yg muncul kalau menonton sepak bola scara langsung, tetapi dasar anak", rasa penasaran ingin menonton mengalahkan segalanya. PSS vs Persibangga Purbalingga, itulah debutku menonton sepak bola di Stadion Maguwoharjo Sleman. Sampai saat itupun PSS bertandang ke Kuningan dalam laga Divisi Utama IPL Dan ini juga awal aku datang ke tempat seramai ini tanpa dampingan orang tua. Ku datang karena aku ingin menonton, itu saja. Sampai di komplek Stadion Maguwoharjo Sleman pun saat di Kuningan aku terkejut dengan situasinya, dimana2 bnyak suporter Hijau warna kebesaran PSS Sleman. Ini kandang PSS apa lawan, ku sempat bingung dan takut, kmnapun kita aku sllu brdua entah saat di Sleman ataupun d Kuningan saat itu hanya berdua dan aku mengajak saudaraku masih kecil. Setelah beli tiket dan bisa masuk stadion, wah betapa ramainya. Ku sangat takjub dgn pemandangan ini. Penonton penuh sesak memadati stadion sampai meluber ke pinggir lapangan. Kedua suporter dengan khas berisiknya masing2 mendukung klub idolanya. Sampai beberapa lama, terdengar suara dari pengeras suara, ku tidak tahu ngomong apa tapi intinya pertandingan tidak bisa dilangsungkan lagi. Entah karena alasan apa aku lupa, mungkin karena penonton yg membludak ya. Ngeri jugasih melihat lautan suporter ini, di satu sisi muncul ketakutan akan ada tawuran saat itu. Benar saja setelah, ada pengumuman tadi, kedua kubu suporter yg membludak di pinggir lapangan merengsek masuk ke lapangan. Duh, pikiranku saat itu sangat takut. Tapi ternyata, kedua kubu suporter itu di dalam lapangan malah berpelukan. Dan apa yg aku khawatirkan tidak terjadi.Tapi itu bukan akhir, itu hanya sebuah awal cerita aku dengan PSS Sleman. Berikutnya aku berusaha mengikuti perjalanan PSS baik lewat media koran, radio, YouTube dan kadang menonton baik langsung atau kalau disiarkan Elja TV, bisa lewat TV. Tapi menurutku datang langsung mendukung kestadion lebih menarik daripada menonton di TV. Di stadionlah ku awal bertemu org banyak dengan berbagai macam sifat dan latar belakangyang berbeda, di stadionlah aku bisa berekspresidan bernyanyi (jujur, aku paling malu bernyanyi di depan orang lain, tapi di stadion aku bisa lepas bernyanyi), dan di stadionlah aku yg kuper dan cupu ini merasa bebas karena aku merasa semua orang yg datang ke stadion ini sama. Datang untuk menonton dan mendukung PSS. Luar Biasa!Tapi walaupun begitu, aku gak bisa sering menonton di stadion karena memang dengan usia yg semakin ksni d sibukkan dg aktftas krja. Apabila ku tidak bisa menonton, YouTube obat pelipur laraku, Elja TV, stay Twitter akun PSS dsb .Dari Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan sampai akhirnya Stadion Singaperbangsa Karawang nanti tanggal 12/11/16 PSS Sleman melawan Persita Tangerang kan ku tunggu hai idola ku, klub favorit ku PSS Sleman di Kota Pangkal Perjuangan. Dari Waluyo, Kristian Adelmund, Anda Ali, Juan Revi, Slamet Nurcahyo, Monieaga, sampai Anang Hadi smpai era sekarang Dirga Lasut, Novriansyah, dan Busari. Dari era suporter Slemania, sampai kemudian lahir adik kandungnya yaitu BCS. Ku berusaha mengikutinya, walaupun pasang surut prestasi dan aku tidak bisa selalu datang ke stadion. Mungkin tidak semilitan dan se-setia teman2 suporter lain. Tapi, ku tidak bisa memungkiri aku menyukai tim ini.Dan kelak nanti tanggal 12 November 16 ku datang lagi ke Stadion Singaperbangsa Karawang untuk melihat tim kesayanganku bertanding, ku rindu euforia pertandingan di dalam stadion. Ini adalah pertandingan away PSS di laga Torabika Super Championship atau yg lebih dikenal dg ISC Seri B antara PSS Sleman vs Persita Tangerang. Seperti biasa stadion ini penuh sesak dengan penonton yg hadir, seperti biasa chant2 super berisik yg bersahutan di Tribun Utara dan Selatan layaknya di Stadion Maguwoharjo Sleman, menggema mendukung PSS Sleman, seperti biasa penjual tahu, kacang dan air mineral masih berjualan di dalam stadion, seperti biasa coreo menarik selalu disuguhkan, seperti biasa kami disini datang untuk mendukung PSS Sleman.. 


Sore itu saya sudah bersiap siap untuk pergi menonton sepak bola Indonesia yg sudah lama sekali saya tidak berangkat ke stadion. Pesan singkat saudara saya, Dedit Andrianto yg mngkin dia sering nonton untuk mmbawa masker, Saya pikir knpa harus bawa masker? tpi tetep bawa aja lah ngikut aja kata saudara. Sesampainya di stadion saya terheran karena dlm hati saya ini divisi utama kan? LPIS? ko seramai ini liga yg wktu itu sngt sulit kita cari beritanya di media nasional. Sampai di dpn loket saya kmbali kaget harga tiket yg begitu mahal menurut saya karena ini kompetisi kasta kedua seingat saya waktu itu harga tiket 50 rb VIP, 30 rb Kelas 2 tribun tertutup, 20 rb tribun terbuka. Dan yg membuat saya kagum mereka semua beli di loket bukan di calo No Ticket No Game katanya? waow sebuah gebrakan baru ksadaran penonton yg luar biasa menurut saya ditengah tengah jaman skrg suporter yg katanya maniak mati matian dukung tim nya sampai tawuran trkadang mereka ga beli tiket loh hehehe, Sampai dlm stadion oh my God tribun penuh sesak sampai saya duduk di tangga jalan tribun merah stadion itu. ya benar saya memang berada di stadion Maguwoharjo International Stadium malam itu untuk melihat tim yg saya dukung PSS Sleman mnghadapi tamunya dari Purbalingga yg terakhir saya kesana stadion yg sangat megah dg atapnya dan lampu penerangan standar serta papan skor digitalnya dan jg membuat saya heran berikutnya di sisi tribun selatan atau kuning penuh sesak manusia yg rata2 pake baju hitam2. Saya pun bertanya kepada saudara saya siapa mereka, A Dedit? Saudara saya mnjawab dg senyum Brigata Curva Sud supporter ultras nya PSS. Dalam hati saya? eh sekarang PSS punya SLEMANIA dan BCS ini dong. Lalu saya bertanya lagi sama saudara saya “A Dedit itu item item anak Hardcore atau Metal yah? hehe… Tapi damai kan? (karena memang hardcore dan metal emang baru booming di jogja) saudara saya menjawab ya mereka rata rata suka musik cadas dan cinta damai ko malah ga koalisi koalisian juga independent, kamu nanti pasti susah mindah pandangan dari tribun selatan. heh? saya semakin penasaran sama supporter yg satu ini . Dan memang unik saya dengarkan chants mereka italy bnget dan ga pernah denger di Indonesia di sisi Slemania juga semangat banget nyanyinya dan saya mulai merasa seperti dulu lagi yg setia nonton Super Elja.Dan akirnya bendera fair play pun masuk ke lapangan tanda dimulainya pertandingan perdana mlm itu. Dan saya pun terkejut ratusan red flare membakar stadion MIS malam itu dalam hati kecil saya berkata apa ini? ini di Indonesia? buset gokil bngt ini indah banget mirip di sansiro beneran. Decak kagum dan senyum lebar tdk bisa saya bendung lagi keren banget soalnya. Dan akhirnya prtandingan ditunda hampir 15 menit karena memang asapnya menutupi semua lapangan dan jarak pandang mungkin cuma 5 cm, stelah asap mereda genderang perang dimulai, PSS yg dibilang bertabur bintang nmpaknya kesulitan membongkar pertahanan berlapis yg menumpuk dibelakang PERSIBANGA sgla bentuk variasi serangan berusaha dilancarkan olh Elang Jawa namun pertahanan sang lawan tak goyah. Menit akhir babak pertama pertahanan PERSIBANGA goyah tendangan jarak jauh Anang Hadi mengoyak gawang tim tamu tersebut 1 - 0 untuk PSS dan kala itu saya berteriak gol dg lantang. Jeda babak kedua pandangan saya tak lepas dari tribun selatan dan utara dalam hati saya apa yg akan mereka lakukan? kenapa membagi kertas berwarna warni? ketika kick off babak kedua dibunyikan serentak tribun utara yg di tempati Slemania membuat koreo yang sngt bagus bendera merah putih dengan gambar supporter ditengahnya membawa syal hemm inilah dulu supporter terbaik di Indonesia. Selang beberapa detik giliran tribun selatan yg bergelora waaaaooww.. ini luar biasa BCS menampilkan koreo yg mmbuat saya merinding untuk melihatnya. Saya rasa bukan cuma saya se isi stadion pasti merasakan hal yg sama dan seketika PSS yg mendapat tendangan bebas bisa mencuri goal mungkin karena pemain lawan merinding juga yah melihat koreo luar biasa dari BCS. Salut dan bangga itu yg saya rasakan malam itu melihat langsung atmosfer gila nya kedua supporter Sleman ini. Saya rasa tiket 30 rb tadi jdi sangat murah karena apa yg di pertontonkan di panggung lapangan hijau dg panggung tribun begitu luar biasa. Sampai akhirnya peluit akhir pertandingan PSS menang 2 - 0 atas tamunya. Luar biasa yg hanya terlukis dalam benak saya tim kecil yg jarang nongol di TV bisa sehebat ini, euforianya masih sangat trasa smpai saat ini mungkin org yg melihat pertandingan itu mempunyai rasa yg sama seperti saya, hentakan kata Super Elja masi sangat kental di pikiran saya Sleman bruntung mempunyai supporter sperti Slemania & BCS, Yogyakarta bruntung mmpunyai tim yg profesional dan mandiri Indonesia beruntung mmpunyai ini semua.


Dengan semangat ala ultras yg dibawanya, BCS mewarnai tribun selatan Stadion Maguwoharjo ketika PSS bertanding.Jika selama ini Sleman identik dg Slemania, yg pernah menjadi supporter terbaik di Indonesia, maka kemapanan itu mulai diusik dengan keberadaan BCS. Saya tidak tahu persis kronologis berdirinya BCS. Namun saya mencatat BCS mulai menampakkan eksistensinya pada kompetisi Divisi Utama musim 2009/2010. Saya yg selalu menyaksikan pertandingan PSS Sleman lewat YouTube dan baru bisa nnton langsung dari tribun sebelah timur saat itu tahun 2013 PSS Sleman vs Persibangga Purbalingga, trkesan mengamati sekelompok supporter PSS berbaju hitam yg gemar menyanyikan chants berbahasa asing untuk mendukung PSS Sleman. Kelompok supporter berbaju hitam tersebut awalnya bukanlah kelompok yg besar, hnya terdiri dari beberapa puluh orang. Musim selanjutnya, sepertiga tribun kuning, yang kira-kira berkapasitas total 7.000 org dipenuhi oleh supporter berbaju hitam. Saat itu saya masih menyebut kelompok tersebut dgn nama Ultras PSS, meskipun sebenarnya nama Brigata Curva Sud sudah mulai eksis. Musim 2011/2012 ini jumlah supporter berbaju hitam yg menyebut dirinya sebagai BCS semakin brtambah bnyak. Pada pertandingan kandang terakhir musim 2011/2012 yang lalu, saat PSS melawan PPSM KN Magelang, seluruh tribun kuning dipenuhi oleh pasukan BCS. Semua yg ada di tribun kuning ikut berdiri dan bernyanyi sepanjang 2x 45 menit. Hal ini mnghadirkan suasana mistis yg menggetarkan di stadion Maguwoharjo Sleman. Apa yg menjadi cirri khas BCS dlm memberikan dukungan bagi PSS Sleman? Ciri yg paling khas adalah BCS slalu mengenakan kaos berwarna hitam dan memberlakukan wajib bersepatu ketika menyaksikan PSS bertanding. Keringat pemain yang berlari" sepanjang 2x 45 menit di lapangan harus diapresiasi dengan sopan. Caranya adlh dg berpenampilan pantas ketika mnyaksikan PSS berlaga. BCS berdiri dan bernyanyi selama 2 x 45 menit tanpa henti. Lagu" (chants) yg dinyanyikan hmpir smua adalah lagu baru yg belum pernah dinyanyikan oleh kelompok supporter lain di Indonesia. Ada satu lagu yang dijiplak dari lagu yg dinyanyikan oleh Curva Sud Milano (Suporter AC Milan) dan beberapa lagu berbahasa Inggris. Pada saat babak kedua akan dimulai, BCS akan melakukan koreo. Koreo ini merupakan kombinasi gerakan menggunakan kertas warna-warni dan mmbentuk pola tertentu. Koreo ini lazim dilakukan oleh supporter" di Italia. Di Indonesia, banyak kelompok supporter melakukan gerakan koreo ini yg membedakan dari BCS adalah mreka brani menciptakan bentuk" yg sulit melalui koreo tersebut. Dan di akhir pertandingan, BCS selalu melakukan pyro show. Hal ini juga sudah banyak dilakukan oleh supporter sepakbola di Indonesia. Hanya saja aksi pyro show yg sedikit unik pernah dilakukan BCS pada musim 2010/2011 yg lalu kala mnjamu Persebaya. Saat itu BCS mnyalakan kembang api dan berjajar memanjang di sepanjang tribun selatan. BCS di dlm memberikan dukungan bagi PSS Sleman brusaha menghindari lagu" yg berbau rasis atau ancaman secara verbal. Jika biasanya supporter sepakbola Indonesia sering mengintimidasi lawannya dengan lagu dibunuh saja, BCS tdk pernah menyanyikan lagu dg kalimat seperti itu. Tidak pernah pula BCS menyanyikan lagu" yg menghina supporter tim lain. Meskipun sempat terlibat perseteruan dg kelompok supporter lain, BCS tidak pernah merendahkan nama supporter lain ketika memberikan dukungan bagi PSS. BCS adlh anomaly bagi supporter sepakbola Indonesia, yg baru saja tercoreng moreng namanya gara" empat nyawa melayang atas nama supporter sepakbola dan saat trlibat sepak bola gajah ketika itu PSS vs PSIS. Meskipun aksinya tergolong garang, namun BCS berusaha menghapuskan image kekerasan dan intimidasi berlebihan ketika mendukung tim kebanggaannya melalui tingkah laku mereka di stadion. Selain dukungan penuh yg diberikan di dalam lapangan, BCS juga terkenal tertib membeli tiket. Bagi mereka, menonton pertandingan dgn mmbeli tiket dgn harga penuh merupakan salah satu bentuk dukungan bagi tim kesayangannya. Di tengah banyaknya supporter sepakbola yg berusaha mencari gratisan untuk menonton tim kesayangannya bertanding, apa yg dilakukan oleh BCS ini merupakan hal yg patut untuk dicontoh, saya bukan seorang BCS, saya bukan juga Slemania yg setia duduk di tribun hijau (tribun yang diperuntukkan bagi Slemania). Saya adalah pendukung PSS Sleman yg dari dulu sampai sekarang selalu sendirian. Saya tidak pernah bergabung dg komunitas apapun. Bahkan ketika PSS Sleman bermain di Kuningan pun saat itu dan tanggal 12 Nopember 2016 nnti saat PSS Sleman vs Persita Tangerang dlm laga ISC Seri B, saya akan hadir dlm pertandingan kelak. Saya kagum dengan rekan" BCS. Militansi yg mereka tunjukkan membuat saya semakin mencintai PSS. Bukan hanya saya yg kagum. Banyak penonton di tribun merah berlomba" mengabadikan aksi koreo yg menawan dari BCS. Bagi saya BCS adalah setetes air segar bagi persepakbolaan Indonesia. Rasa cinta yg besar bagi tim kesayangannya tidak harus ditunjukkan dg intimidasi berlebihan bagi tim lawan dan tindak" anarkisme. BCS tidak mengenal koalisi-koalisi-an. Siapapun supporter sepakbola, asal tidak membuat ulah adalah teman. Seandainya militansi tanpa kekerasan ala BCS ini bisa ditularkan ke seluruh Indonesia, saya pikir tidak perlu lagi ada korban selanjutnya yg jatuh hanya gara" berbeda kostum..



Forza Sleman Ale Ale


Sampai Kau Bisa !!!


FP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERENCANAAN WILAYAH KUNINGAN

BAB I PENDAHULUAN Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan (kontinyu), berkelanjutan, sejak dari   tahap survei hingga tahap pengamatan.   Perencanaan fisik merupakan bagian atau alat orga­nisasi masyarakat dan pengawasan atau kontrol penggunaan sumber­daya lahan. Pada kenyataannya proses perencanaan merupakan kegiatan yang tidak pernah selesai, karena selalu memerlukan peninjauan   ualng atau pengkajian , guna memberikan   umpan balik   dalam proses evaluasi.   Dalam proses penentuan alternatif , pemilihan alter­natif dan evaluasi diperlukan analisis yang seksama. Analisis adalah uraian atau usaha mengetahui arti sutau keadaan.   Data, informasi   atau keterangan mengenai suatu   keadaan diurai dan dikaji hubungannya satu sama lain, diselidiki kaitan   yang ada   antara yang satu dengan yang lainnya.   Analisis wilayah (region­al) ialah cara melihat berbagai faktor perkembangan dalam skala wilayah. Dalam...

Persahabatan

Bila dua orang teman bertemu dalam keremangan, keremangan itu tidaklah menjemukan, demikian  Ivan Illich menulis dalam bukunya yang terkenal  Deschooling Society.  Mungkin memang demikian seharusnya, kemampuan seorang untuk berteman mengindikasikan dimilikinya dua hal penting dalam emosi seseorang, memahami emosi orang lain dan membina hubungan menurut  Goleman . Berteman telah banyak dielaborasi dalam konteks kehidupan,  Erich From  berbicara mendalam tentang cinta yang dapat dipandang sebagai pendalaman dari pertemanan, dalam  The Art of Loving , From mendefinisikan cinta sebagai  the active concern of the life and the growth of that which we love,    aku mencintaimu sebab dalam dirimu terdapat jutaan orang lain, mencintaimu membuat keinginan untuk berteman dengan semua orang, penyatuan kesadaran merupakan bagian darinya, dan menghormati semuanya merupakan wujud penghormatan ku pada manusia dan kemanusiaan universal. Namun dewasa i...

MENDENGAR DAN MENGOLAH BAHASA

Sistem pendengaran Dihadapkan dengan pilihan sewenang-wenang antara kehilangan penggunaan mata seseorang atau telinga seseorang, kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka akan lebih suka rasa kehilangan pendengaran. Namun, mereka mungkin meremehkan pentingnya audisi. Meskipun Anda sedang membaca, paling komunikasi di mana Anda terlibat mungkin tidak sepenuhnya visual. Mata Anda memberikan informasi tentang obyek dan orang-orang yang tersembunyi dari pandangan (sekitar sudut, dalam kegelapan, dll) serta objek di depan mata. Melokalisir objek sering dianggap sebagai domain dari visi, namun sistem pendengaran juga indah efisien menunjukkan posisi obyek di samping keberadaan objek. Anda mungkin mendengar teka-teki klasik: "Jika pohon tumbang di hutan dan tak ada yang mendengarnya, bukan bersuara?" Pertanyaan ini sering bunga api perdebatan, tetapi jawabannya adalah sangat sederhana: No Sounds membutuhkan otak untuk persepsi mereka. Rangsangan secara fisik yang dianggap s...